Pagi ini selepas Subuh saya kongsikan kepada para jemaah satu ayat yang sangat dekat dengan urusan hidup kita.
Allah berfirman:
أَمَّنْ هَٰذَا الَّذِي يَرْزُقُكُمْ إِنْ أَمْسَكَ رِزْقَهُ ۚ بَل لَّجُّوا فِي عُتُوٍّ وَنُفُورٍ
Maksudnya:
“Siapa yang dapat memberi rezeki kepada kamu jika Allah menahan rezekiNya? Bahkan mereka tetap dalam kesombongan dan berpaling.”
- Ayat ini bentuk soalan, bukan jawapan
Bila Allah tanya, Allah nak kita fikir dan insaf.
“Kalau Aku tahan rezeki kamu… siapa boleh bagi balik?”
Jawapannya jelas — tiada sesiapa.
- Rezeki itu luas, bukan setakat gaji
Ramai bila dengar “rezeki”, terus terbayang:
gaji
komisyen
bisnes
Padahal rezeki itu juga:
- Nafas Subuh ini
- Badan yang sihat
- Hati yang tenang
- Isteri dan anak yang baik
- Ilmu dan kefahaman
- Umur yang dipanjang
- Jemaah Subuh yang menguatkan hati.
Kalau Allah tahan salah satu pun, kita lumpuh.
- Dunia hari ini penuh ketakutan tentang rezeki
Kita hidup dalam zaman:
- kos hidup tinggi
- ekonomi tak menentu
- harga barang naik
- pelajar risau masa depan
- pekerja takut hilang kerja
Scroll media sosial pun penuh:
“Takut tak mampu…”
“Takut hilang kerja…”
“Takut masa depan…”
Sedangkan Allah sedang ingatkan:
Rezeki bukan dari majikan, bukan dari kerajaan, bukan dari sistem tapi dari Allah.
- Sombong moden yang kita tak perasan
Allah sebut:
“…mereka sombong dan berpaling.”
Sombong bukan sekadar bongkak pada manusia,
tapi bergantung pada sistem sampai lupa Allah.
Contohnya:
- Bangun awal ke pejabat, tapi tak bangun Subuh
- Risau hilang pelanggan, tapi tak risau hilang tawakkal
- Kejar kelas tambahan, tapi tinggalkan majlis ilmu
Ini sombong versi abad ini.
- Perumpamaan hidup: “wayar rezeki”
Phone mahal, bateri besar, aplikasi canggih tapi tiada cable untuk charge.
Akhirnya phone itu mati juga.
Begitu manusia:
Ada ijazah, pengalaman, jaringan, modal, strategi…
Tapi kalau Allah “cabut” rezeki, semua jadi senyap.
Kerana wayar rezeki bukan sambung pada bos, pasaran atau kerajaan tapi kepada Allah.
- Jadi apa tugas kita?
Dunia mungkin tak stabil, tapi rezeki Allah tak pernah silap.
“Selagi Allah tidak menahan rezeki tiada siapa boleh menahan.”
“Dan bila Allah menahan tiada siapa boleh melepaskan.”
Maka tugas seorang hamba hanya dua:
① Baiki hubungan dengan Allah
② Usaha dengan cara halal dan bermaruah
Moga Subuh hari ini menjadi:
- rezeki yang diberkati
- hati yang lapang
- jiwa yang bertawakkal
Moga Allah rezekikan kita hati yang faham dan jiwa yang bergantung padaNya.
Mohd Haris Faiza
